Welcome to My Zone

Assalamu'alaikum. Nice to meet U on my blog. Let's read and Enjoy it! ^^

Raudhatul Qira'ah Plaju Center (RQPC)

Raudhatul Qira'ah Plaju Center (RQPC)
TEBAR SEJUTA BUKU, merupakan langkah awal untuk GERAKAN PALEMBANG MEMBACA, yg nantinya RQ Plaju Center akan menjadi pencetus dan penggerak untuk Palembang cerdas. So, bagi yg peduli & mau beramal jariyah, mari sukseskan dgn menyalurkan donasi berupa Dana atau buku sangat layak pakai! Bisa langsung hubungi: Leyyo 081273900666 atau Syawal 085368215604. Bantuan bisa langsung diantar ke sekretariat IPIP, masjid Al-Ikhlas sentosa Plaju. Jazakumullah khoiran katsir ^_^

Rabu, 19 Januari 2011

Allah Maha Cemburu ^.^

Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahu’anhuma meriwayatkan, suatu saat dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin itu merasa cemburu, sedangkan Allah lebih besar rasa cemburunya -daripada dirinya-.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/29] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)

Kapan Allah cemburu?
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satupun sosok yang lebih menyukai pujian kepada dirinya dibandingkan Allah. Oleh sebab itulah Allah pun memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih punya rasa cemburu dibandingkan Allah, dikarenakan itulah maka Allah pun mengharamkan perkara-perkara yang keji.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/27] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar